Tren Baru Fesyen di Masa Pandemi, yang Satu ini Cukup Digemari

 newslatt.blogspot.com , JAKARTA - Ketua Nasional Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan, sejak pandemi daya beli masyarakat terhadap produk  fesyen jauh menurun.

Butik-butik atau toko pakaian sepi pengunjung dan sebagian besar lebih memilih untuk belanja secara berani.

BACA JUGA : 11 Manfaat Teh Delima! Dari Masalah Reproduksi, Jantung Hingga Diabetes

Evaluasi, kebiasaan ini pun akan terus berlanjut meski pandemi berakhir.

Sebab belanja secara online menawarkan berbagai layanan.

BACA JUGA : JUGA Tokcer! Tips Cari Pasangan Lewat Aplikasi Kencan

"Walaupun kangen juga dengan acara offline, tetapi kebiasaan dan habis-habisan yang didapat secara online akan terus berjalan dan terdevelope ke yang lebih maju lagi," ujar Ali saat dihubungi ANTARA pada Senin.

Anak-anak yang lebih nyaman datang, karena kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan waktunya untuk melakukan kegiatan lain dibandingkan harus ke toko.

"Sekarang belanja itu sudah bukan waktu luang atau senang-senang lagi. Mereka bisa lihat 100 baju tapi yang dipilih cuma satu, kalau offline kan enggak, mereka jadi bisa menghemat waktu, energi dan banyak penawaran khusus," ujar desainer yang berbasis di Bali ini .

Pandemi juga menciptakan gaya hidup baru, khususnya di bidang fesyen.

Hal ini ternyata sangat berpengaruh tren busana dan strategi para pegiat fesyen dalam menjual produknya.

Selama pandemi, Ali melihat banyak masyarakat yang mencari busana multifungsi yang dapat digunakan untuk acara santai atau bekerja.

"Sekarang orang beli baju karena memang perlu saja, contohnya ada keperluan khusus kayak bisa baju yang di tempat yang nyaman, di luar ruangan nyaman, pakaian kayak yang lebih bergaya yang lebih unik dibanding biasanya," ujar Ali.

"Sekarang anak-anak muda banyak yang pakai baju kayak tidur tapi lebih trendi, lebih cocok di atas bawah, nyaman, bisa jalan-jalan pakai itu. Itu pengaruh pandemi," imbuhnya.

Untuk dapat bertahan di industri fesyen, para desainer akhirnya membuat busana sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Kita bisa bertahan kalau semacam menjual produk yang disesuaikan karena lagi diperlukan," kata Ali.

Ali berkata, 2021 belum menunjukan perubahan pada industri fesyen.

Namun, dia berharap agar kegiatan seperti pagelaran busana bisa dilaksanakan secara offline.

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Bakal Wajibkan Syarat BPJS untuk Jual Beli Tanah

Ganti Warna Pelat Nomor Kendaraan Dipastikan Gratis

BUMN Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, D3, S1-S2